Analisis Dinamika Atmosfer pada Kejadian Hujan Ekstrem di Jakarta Tanggal 12 Januari 2026
DOI:
https://doi.org/10.37277/stch.v36i1.2576Abstract
Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering melanda Jakarta, umumnya dipicu oleh curah hujan ekstrem akibat dinamika atmosfer yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme atmosfer yang memicu hujan ekstrem di Jakarta pada 12 Januari 2026. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menganalisis data satelit Himawari-9, peta angin streamline, suhu permukaan laut (SST), indeks Indian Ocean Dipole (IOD), serta data radiosonde. Hasil analisis menunjukkan bahwa hujan ekstrem tersebut dipicu oleh konvergensi angin di pesisir utara Jakarta dan kondisi atmosfer yang sangat labil, ditandai dengan nilai CAPE sebesar ±760 J/kg dan indeks LI -3,7. Meskipun indeks IOD berada pada fase netral, suhu permukaan laut yang hangat di Laut Jawa berperan signifikan dalam menyediakan suplai uap air yang melimpah (PW 5,97 cm) bagi pertumbuhan awan konvektif yang dalam. Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika atmosfer regional dan parameter termodinamika lokal memiliki tingkat signifikansi yang lebih dominan dalam memicu hujan ekstrem di wilayah pesisir dibandingkan pengaruh iklim skala global. Hasil penelitian ini berkontribusi pada penguatan sistem peringatan dini melalui pemanfaatan parameter labilitas udara untuk prediksi bencana hidrometeorologi di wilayah tropis.
Kata Kunci: Hujan Ekstrem, Analisis Cuaca, Jakarta.





