Analisis Baseflow Recession Untuk Estimasi Imbuhan Air Tanah Berdasarkan Data Debit Keluaran Model Wflow di Pulau Morotai

Authors

  • Yayah Nurhayati Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil, Universitas Tama Jagakarsa

DOI:

https://doi.org/10.37277/stch.v36i1.2585

Abstract

Pulau Morotai merupakan salah satu dari 10 lokasi yang terpilih oleh Pemerintah untuk dijadikan destinasi pariwisata prioritas. Ketersediaan air merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pengembangan suatu wilayah. Oleh karena itu, dibutuhkan informasi terkait penyediaan air baku di Pulau Morotai untuk kebutuhan masyarakat setempat serta pengembangan wilayah terutama untuk sektor pariwisata. Metode baseflow recession diterapkan untuk mengestimasikan nilai imbuhan air tanah yang dapat dimanfaatkan di tiap DAS yang ada di Pulau Morotai. Dengan  memanfaatkan data curah hujan pada tahun 2014, data evapotranspirasi, tata guna lahan, dan jenis tanah dapat dihitung data debit dengan menggunakan model wflow sehingga didapatkan potensi imbuhan air tanah pada 30 DAS di wilayah Pulau Morotai yang diijinkan secara berkelanjutan apabila kelak akan dimanfaatkan. Potensi imbuhan air tanah di Pulau Morotai cukup baik berkisar antara 0,64 – 25,27 liter/s/km2. Beberapa DAS yang potensial antara lain DAS Tutuhu dengan potensi imbuhan yang dapat dimanfaatkan sebesar 25,27 liter/s/km2, dan DAS yang potensinya kecil yaitu Moleo sebesar 0,64 liter/s/km2. Sehingga di dapat total estimasi jumlah imbuhan air tanah yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebesar 374,66 liter/s/km2.

Kata kunci: Imbuhan Air Tanah, Debit Keluaran Model wflow, DAS di Pulau Morotai

Published

2026-03-31