https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/issue/feedSAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI2026-04-28T15:53:53+07:00Andry Setiawan, S.T., M.Tandry_setiawan@istn.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Sainstech: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi </strong></p> <p><strong>[P-ISSN: 1410-7104 E-ISSN: 2685-824X] </strong></p> <p>Jurnal hasil seleksi yang diterbitkan oleh Institut Sains dan Teknologi Nasional dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat.</p> <p> </p>https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2535Permasalahan Keterlambatan Proyek Dalam Sudut Pandang Statistika2026-02-19T12:33:35+07:00Desta Bomodesta.pb@gmail.comSuryawan Murtiadismurtiadi@istn.ac.idMuhammad Nawirnawir@gmail.com<p>Keterlambatan proyek merupakan permasalahan umum dalam pelaksanaan proyek konstruksi maupun non-konstruksi yang berdampak pada peningkatan biaya, penurunan kualitas, dan ketidakpuasan pemangku kepentingan. Dari sudut pandang statistika, keterlambatan proyek dapat dianalisis sebagai fenomena yang dipengaruhi oleh berbagai variabel acak, baik internal maupun eksternal, seperti kompetensi personil baik itu kontraktor, perencana maupun MK, ketersediaan sumber daya, cuaca, kesiapan dana untuk pelaksanaan serta kinerja tenaga kerja.</p> <p>Pendekatan statistika memungkinkan identifikasi pola, pengukuran tingkat risiko, dan penentuan faktor dominan penyebab keterlambatan melalui analisis deskriptif, inferensial, dan pemodelan probabilistik. Data primer didapatkan dari hasil kuisioner para professional yang telah bekecimpung di dunia konstruksi minimal 10 (sepuluh) tahun dan data tersebut dianaisis menggunaan software SPSS.</p> <p>Analisis dalam penelitian ini dapat memberikan gambaran kuantitatif faktor apa saja yang paling dominan terhadap terhadap penyebab keterlambatan proyek sehingga dapat membantu mengukur penyebab keterlambatan proyek dan dapat berperan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam mitigasi resiko pada proyek kontruksi.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: keterlambatan proyek, statistik, keterlambatan schedule</p>2026-03-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Desta Bomo, Suryawan Murtiadi, Muhammad Nawirhttps://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2536Implementasi Sistem Absensi Pengenalan Wajah Staff Guru Berbasis Web Menggunakan Metode Rapid Application Development (RAD)2026-03-30T15:38:20+07:00Nela Siraitnelasirait13@gmail.comGaluh Saputridosen02693@gmail.com<p>Sistem absensi merupakan elemen penting dalam manajemen kehadiran staff, terutama di lingkungan pendidikan seperti Taman Kanak-Kanak (TK). TK Pelangi masih menggunakan sistem absensi manual yang berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan dan manipulasi data. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem absensi staff guru berbasis web menggunakan teknologi face recognition dengan metode Rapid Application Development (RAD). Sistem dikembangkan menggunakan PHP dan MySQL serta diuji menggunakan 20 data guru. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi pengenalan wajah sebesar 96% dengan waktu deteksi rata-rata 1,2 detik. Implementasi sistem mampu mempercepat proses rekapitulasi kehadiran dan meminimalkan kesalahan pencatatan. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan efektif mendukung pengelolaan absensi di TK Pelangi.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Sistem Absensi, Pengenalan Wajah, RAD (Rapid Application Development ), Sistem Berbasis Web, TK Pelangi</p>2026-03-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nela Sirait, Galuh Saputrihttps://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2565The development of digital techn Sistem Informasi Manajemen Pada Kedai H562 Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Kanban 2026-02-18T14:25:31+07:00Muhamad rizki akbar nopriansyah rizkirizkyakbar141106@gmail.comMiftahul Falahmiftahulfalah@unsri.ac.idMeutya Salsabila putri Meutya meutyaputri7@gmail.comM.Agum Gumelar agumpykergo@gmail.comZopansa Suarmo zopanzopansa20@gmail.comNajwa Ainayahnajwaainayahs@gmail.comNovanda Wahyu Pratama Novanda novanovan7707@gmail.com<p>Pada banyak usaha kuliner, terutama kedai yang memiliki banyak pengunjung, penggunaan sistem pemesanan dan pencatatan transaksi yang masih dilakukan secara manual sering menjadi penyebab kegiatan operasional tidak berjalan dengan maksimal. Situasi yang sama juga dialami oleh Kedai H562. Proses pemesanan yang masih menggunakan cara lama membuat pegawai sering lupa pesanan pelanggan, catatan pemasukan menjadi tidak akurat, dan pelayanan secara keseluruhan menjadi kurang optimal. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah sistem digital yang dapat membantu proses pemesanan, pembayaran, dan pencatatan keuangan agar lebih cepat, praktis, dan terintegrasi. Perancangan sistem dilakukan melalui tahapan penyusunan Software Requirement Specification (SRS), pembuatan Fishbone Diagram, Use-Case, dan pembuatan prototype antarmuka. Selain itu, pendekatan Kanban diterapkan untuk mengatur alur kerja selama proses pengembangan. Metode penelitian yang digunakan mencakup observasi langsung di kedai, wawancara dengan pemilik usaha, analisis kebutuhan, serta perancangan antarmuka menggunakan berbagai tools desain digital. Penelitian ini menghasilkan prototype sistem berbasis web yang memungkinkan pemesanan dan pembayaran dilakukan secara digital, serta menyediakan dashboard untuk melihat laporan penjualan dan pengelolaan keuangan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, seluruh fitur dalam prototype dapat berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan efektivitas operasional kedai. </p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Sistem Digital, Pemesanan, Prototype, Keuangan, Kedai H562</p>2026-03-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhamad rizki akbar nopriansyah, Miftahul Falah, Meutya Salsabila putri, M.Agum Gumelar, Zopansa Suarmo, Najwa Ainayah, Novanda Wahyu Pratamahttps://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2585Analisis Baseflow Recession Untuk Estimasi Imbuhan Air Tanah Berdasarkan Data Debit Keluaran Model Wflow di Pulau Morotai2026-02-18T16:39:31+07:00Yayah Nurhayatiyayahnurhayati@gmail.com<p>Pulau Morotai merupakan salah satu dari 10 lokasi yang terpilih oleh Pemerintah untuk dijadikan destinasi pariwisata prioritas. Ketersediaan air merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pengembangan suatu wilayah. Oleh karena itu, dibutuhkan informasi terkait penyediaan air baku di Pulau Morotai untuk kebutuhan masyarakat setempat serta pengembangan wilayah terutama untuk sektor pariwisata. Metode baseflow recession diterapkan untuk mengestimasikan nilai imbuhan air tanah yang dapat dimanfaatkan di tiap DAS yang ada di Pulau Morotai. Dengan memanfaatkan data curah hujan pada tahun 2014, data evapotranspirasi, tata guna lahan, dan jenis tanah dapat dihitung data debit dengan menggunakan model wflow sehingga didapatkan potensi imbuhan air tanah pada 30 DAS di wilayah Pulau Morotai yang diijinkan secara berkelanjutan apabila kelak akan dimanfaatkan. Potensi imbuhan air tanah di Pulau Morotai cukup baik berkisar antara 0,64 – 25,27 liter/s/km<sup>2</sup>. Beberapa DAS yang potensial antara lain DAS Tutuhu dengan potensi imbuhan yang dapat dimanfaatkan sebesar 25,27 liter/s/km<sup>2</sup>, dan DAS yang potensinya kecil yaitu Moleo sebesar 0,64 liter/s/km<sup>2</sup>. Sehingga di dapat total estimasi jumlah imbuhan air tanah yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebesar 374,66 liter/s/km<sup>2</sup>.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Imbuhan Air Tanah, Debit Keluaran Model wflow, DAS di Pulau Morotai</p>2026-03-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yayah Nurhayatihttps://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2587Perubahan Pola Perilaku Pengguna Museum Gedung Juang 45 Tambun Kab. Bekasi 2026-02-19T12:58:48+07:00nova anggaraininova@gmail.comLely Mustikamustika@istn.ac.idAhmad Mumtazhmadmtz.463@gmail.comJohan Gunawangunawanjohan931@gmail.com<p><strong> </strong></p> <p>Museum Gedung Juang 45 Tambun Kabupaten Bekasi merupakan bangunan cagar budaya bergaya Indische Empire Style yang memiliki nilai sejarah penting sekaligus identitas masyarakat Bekasi. Setelah melalui revitalisasi besar-besaran pada tahun 2020–2021, fungsi ruang museum mengalami perubahan yang cukup signifikan sehingga berdampak langsung pada pola perilaku penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan perilaku pengunjung pasca revitalisasi, baik di ruang dalam maupun ruang luar museum. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan pengunjung, serta dokumentasi foto dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang dalam museum masih berperan sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah melalui ruang pameran dan fasilitas digital. Sementara itu, ruang luar berkembang menjadi area interaksi sosial, rekreasi, dan kegiatan publik berskala besar seperti konser, pameran, maupun acara komunitas. Pergeseran ini memperlihatkan pola perilaku yang lebih dinamis dan multifungsi, menggabungkan aspek edukasi, budaya, sosial, rekreasi, dan ekonomi. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya strategi pengelolaan berbasis zonasi fungsi, regulasi pemanfaatan ruang publik, serta kolaborasi lintas sektor agar museum dapat berfungsi berkelanjutan tanpa mengurangi nilai sejarah dan identitas budaya.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: museum, cagar budaya, perilaku pengguna, revitalisasi, Gedung Juang 45</p>2026-03-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 nova anggaraini, Lely Mustika, Ahmad Mumtaz, Johan Gunawanhttps://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2527Analysis of Passenger Terminal Space Utilization at Yogyakarta International Airport and Its Correlation with Maintenance Load**2026-04-08T14:10:36+07:00Achmad Muhyidin Arifaimuhyidin@lecturer.itltrisakti.ac.idFadli Ramadhanadlirmdhnn@gmail.com<p><em>Yogyakarta International Airport (YIA) is experiencing inadequate capacity due to low passenger numbers, resulting in low space utilization and maintenance cost inefficiencies. This study aims to analyze actual space utilization, analyze its impact on physical maintenance costs, and test its correlation with costs. The methods used include identifying operational and non-operational space utilization, calculating the ideal space area based on Level of Service (LoS) C standards, and analyzing maintenance logbook data. The results show that only 48% of the terminal area is used operationally, but the actual space requirement based on LoS C is only 3.10% of that area, indicating spatial and financial inefficiency. It was also found that approximately 12% of total physical damage occurred in non-operational areas that still absorbed maintenance costs. There is a significant correlation between low space utilization and disproportionately high maintenance costs. Therefore, mitigation strategies such as optimizing space zoning and implementing a utilization-based maintenance system are recommended to improve facility management efficiency.</em></p>2026-03-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Achmad Muhyidin Arifaihttps://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2622Perbandingan Efisiensi Algoritma, Bubble Sort, Merge Sort, dan Quick Sort dalam Pengolahan Data Konsumsi Listrik Rumah Tangga 2026-04-10T10:23:29+07:00Triwanti Andini Hutasoittriwantiandinihutasoit@gmail.comAkbar Alif Haikalakbaralifhaikal@gmail.comClaudia Agatha Br. Tariganclaudiaagatha5@gmail.comJonathan Rio Gultomjonathanriogultom@gmail.comAdidtya Perdanaadidtya@unimed.ac.id<p>Proses pengurutan data numerik merupakan tahapan penting dalam sistem analisis data, termasuk dalam pengelolaan informasi konsumsi listrik rumah tangga. Setiap algoritma sorting memiliki karakteristik kompleksitas waktu yang berbeda, sehingga dapat memengaruhi performa komputasi pada berbagai ukuran dataset. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi algoritma Bubble Sort, Merge Sort, dan Quick Sort dalam mengolah data konsumsi listrik rumah tangga. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan mengimplementasikan ketiga algoritma menggunakan bahasa pemrograman Python. Dataset yang digunakan berupa data numerik dengan variasi ukuran 50, 500, dan 5000 data. Parameter utama yang diukur adalah waktu eksekusi masing-masing algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bubble Sort memiliki waktu eksekusi paling tinggi, terutama pada dataset besar, dengan waktu mencapai 2.525164 detik pada 5000 data. Sebaliknya, Quick Sort menunjukkan performa terbaik dengan waktu tercepat sebesar 0.004337 detik, diikuti oleh Merge Sort sebesar 0.012139 detik. Temuan ini sejalan dengan teori kompleksitas waktu, di mana Bubble Sort memiliki kompleksitas O(n²), sedangkan Merge Sort dan Quick Sort memiliki kompleksitas rata-rata O(n log n). Penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan algoritma yang tepat sangat berpengaruh terhadap efisiensi pengolahan data, khususnya pada dataset berukuran besar dalam konteks pengolahan data energi.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: algoritma sorting, Bubble Sort, Merge Sort, Quick Sort, kompleksitas waktu, notasi Big-O</p>2026-03-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Triwanti Andini Hutasoithttps://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2576Analisis Dinamika Atmosfer pada Kejadian Hujan Ekstrem di Jakarta Tanggal 12 Januari 20262026-04-17T12:40:28+07:00Putu Reksadiwiryaputureksa1@gmail.comSabam Mikhael Simangunsong,sabamsimangunsong98@gmail.comRio Hansyen Saragihriohansyen2811@gmail.com<p>Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering melanda Jakarta, umumnya dipicu oleh curah hujan ekstrem akibat dinamika atmosfer yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme atmosfer yang memicu hujan ekstrem di Jakarta pada 12 Januari 2026. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menganalisis data satelit Himawari-9, peta angin streamline, suhu permukaan laut (SST), indeks Indian Ocean Dipole (IOD), serta data radiosonde. Hasil analisis menunjukkan bahwa hujan ekstrem tersebut dipicu oleh konvergensi angin di pesisir utara Jakarta dan kondisi atmosfer yang sangat labil, ditandai dengan nilai CAPE sebesar ±760 J/kg dan indeks LI -3,7. Meskipun indeks IOD berada pada fase netral, suhu permukaan laut yang hangat di Laut Jawa berperan signifikan dalam menyediakan suplai uap air yang melimpah (PW 5,97 cm) bagi pertumbuhan awan konvektif yang dalam. Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika atmosfer regional dan parameter termodinamika lokal memiliki tingkat signifikansi yang lebih dominan dalam memicu hujan ekstrem di wilayah pesisir dibandingkan pengaruh iklim skala global. Hasil penelitian ini berkontribusi pada penguatan sistem peringatan dini melalui pemanfaatan parameter labilitas udara untuk prediksi bencana hidrometeorologi di wilayah tropis.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Hujan Ekstrem, Analisis Cuaca, Jakarta.</p> <p><em> </em></p>2026-03-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Putu Reksadiwirya, Sabam Mikhael Simangunsong,, Rio Hansyen Saragihhttps://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2580Analisis Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Puskesmas Matraman Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process2026-04-10T09:52:37+07:00Deden Syaripudin Deden Syaripudinsyaripudind741@gmail.com<p><strong>Abstract</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memetakan, dan Analisis risiko penyebab keterlambatan proyek konstruksi Puskesmas Matraman. Metode yang digunakan menggabungkan Fault Tree Analysis untuk menelusuri akar penyebab secara deduktif dan Analytical Hierarchy Process untuk menentukan bobot prioritas risiko berdasarkan penilaian ahli. Data dikumpulkan dari dokumen proyek, wawancara, dan kuesioner perbandingan berpasangan. Hasil FTA menunjukkan jalur kegagalan kritis pada tahap persiapan yang meliputi keterlambatan mobilisasi alat berat, material tidak sesuai spesifikasi, gangguan logistik, dan kesalahan pengukuran lahan. Pada pekerjaan beton struktural, jalur kritis muncul dari keterlambatan pasokan beton, gangguan peralatan pengecoran, dan kesalahan pengukuran. Hasil AHP menegaskan bahwa keterlambatan pasokan material dan kesalahan teknis lapangan memegang bobot kepentingan tertinggi terhadap risiko keterlambatan proyek. Integrasi AHP dan FTA menghasilkan rekomendasi mitigasi yang fokus pada pengendalian pasokan material, penguatan koordinasi teknis, penerapan quality gate, dan penggunaan look-ahead schedule, tiga Besar identifikasi risiko yang paling memengaruhi keterlambatan proyek konstruksi Puskesmas Matraman adalah keterlambatan kedatangan matrial 0,26%, koordinasi subkntrakror 0.15% dan kesalahan desain dan perubahan gambar 0,09%Temuan ini menyediakan dasar praktis untuk perbaikan manajemen risiko pada proyek konstruksi publik sejenis.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Manajemen Risiko, Analytical Hierarchy Process, Proyek Konstruksi, Puskesmas.</p> <p> </p>2026-03-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Deden Syaripudinhttps://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2627Evaluasi Jadwal Pelaksanaan Pembangunan Gedung Diagnostik Rsud Mimika Menurut Sudut Pandang Konsultan Manajemen Konstruksi2026-04-28T15:53:53+07:00Dodi Chris Nugrohonugroho_dodi80@yahoo.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penjadwalan proyek pembangunan Gedung Diagnostik RSUD Mimika guna memperoleh durasi pelaksanaan yang realistis serta menentukan kesesuaian jenis kontrak konstruksi<strong>. </strong><strong>Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada tahap pra-pelaksanaan (ex-ante).</strong> Data diperoleh dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS), jadwal kontrak awal, serta kuesioner responden, kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Project berbasis Precedence Diagram Method (PDM), metode Program Evaluation and Review Technique (PERT), dan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek yang realistis adalah 315 hari kalender dengan probabilitas penyelesaian sebesar 50%, atau 324 hari untuk tingkat probabilitas 90%. Sementara itu, analisis statistik menghasilkan estimasi durasi 280 hari kalender<strong>. </strong><strong>Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan PDM–PERT berbasis simulasi lebih mampu merepresentasikan kondisi riil proyek dibandingkan pendekatan statistik berbasis persepsi.</strong> Dengan durasi 315 hari kalender, proyek dikategorikan sebagai kontrak multi years<strong>. </strong><strong>Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pendekatan integratif antara analisis penjadwalan dan pengambilan keputusan jenis kontrak konstruksi pemerintah.</strong></p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Manajemen Konstruksi, Gantt Chart, PDM, PERT, Kontrak Konstruksi Multi Years.</p>2026-03-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dodi Chris Nugroho