SAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI
https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech
<p><strong>Sainstech: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi </strong></p> <p><strong>[P-ISSN: 1410-7104 E-ISSN: 2685-824X] </strong></p> <p>Jurnal hasil seleksi yang diterbitkan oleh Institut Sains dan Teknologi Nasional dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat.</p> <p> </p>Institut Sains dan Teknologi Nasionalen-USSAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI1410-7104Optimasi Sistem Industri Jasa Pengiriman Logistik Untuk Memenuhi Hak Konsumen Pembeli Jasa Pengiriman Logistik di Indonesia
https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2391
<p>Pemenuhan hak konsumen merupakan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dalam <em>Strategi Nasional Perlindungan Konsumen</em> (STRANAS PK), terdapat sebelas sektor prioritas yang menjadi fokus utama, salah satunya adalah sektor jasa logistik, yang ditetapkan berdasarkan tingginya jumlah pengaduan dan sengketa konsumen, permasalahan kelembagaan, serta isu strategis terkait kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab permasalahan dalam industri jasa pengiriman logistik, meningkatkan kinerja perusahaan melalui optimalisasi faktor-faktor kunci keberhasilan, serta merumuskan solusi yang efektif untuk pemenuhan hak konsumen. Penelitian menggunakan metode <em>Fishbone Analysis</em> untuk menelusuri akar penyebab masalah secara struktural dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25 untuk menguji hubungan antarvariabel. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada <strong>100 responden</strong> yang terdiri dari konsumen dan karyawan perusahaan jasa pengiriman logistik di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan lima faktor utama yang memengaruhi pemenuhan hak konsumen, yaitu ketaatan karyawan, kemampuan karyawan, prosedur kerja, dukungan manajemen, serta penyelesaian masalah dan kompensasi. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan nilai koefisien determinasi<strong> R² sebesar 0,732</strong>, yang berarti bahwa 73,2% variasi pemenuhan hak konsumen dapat dijelaskan oleh kelima variabel independen tersebut, sedangkan sisanya sebesar 26,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Secara parsial maupun simultan, seluruh variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemenuhan hak konsumen dalam industri jasa pengiriman logistik di Indonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Industri Jasa Pengiriman Logistik, Analisis Fishbone, Analisis Regresi Linear Berganda, Pemenuhan Hak Konsumen </p>Andi Risaldi AsgapYustiar Gunawan
Copyright (c) 2025 Andi Risaldi Asgap
2025-12-012025-12-0135411110.37277/stch.v35i4.2391INTEGRASI MODEL DESAIN DAN STRATEGI PELAKSANAAN KONSTRUKSI BAJA PADA NEW FACTORY INDUSTRIAL BUILDING DI KARAWANG INTERNATIONAL INDUSTRIAL CITY
https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2439
<p>Integrasi model desain dan strategi implementasi konstruksi pabrik industri baru, khususnya pada konstruksi struktur baja, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi tahapan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengintegrasikan model desain struktur dan strategi implementasi konstruksi baja sehingga dari hasil analisis diperoleh model desain struktur baja, diperoleh strategi implementasi konstruksi baja, dan menghasilkan integrasi model desain dan strategi implementasi yang akan diaplikasikan pada proyek selanjutnya. Metodologi penelitian ini menggunakan kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif, sedangkan konsep pengujiannya adalah pendekatan teknik wawancara, pengisian kuesioner, dan evaluasi <em>Analytical Hierarchy Process</em> (AHP) serta <em>Risk Management</em> <em>Analysis</em>. Dari pendapat 9 <em>Expert</em>, menghasilkan faktor yang dominan dengan tiga dari tujuh kriteria yaitu : efisiensi waktu, kemudahan pelaksanaan, dan transportasi material baja. Ini merupakan prinsip model desain konstruksi baja untuk bangunan industri manufaktur baru. Model struktur rangka <em>portal frame</em> dan sambungan baut + las dengan nilai <em>consistency ratio</em> 8,318% digunakan untuk tipe konstruksi pabrik alternatif, dan <em>crane crawler</em> dengan nilai <em>consistency ratio</em> 2,2576% digunakan untuk tipe <em>crane</em> alternatif. Dari pendapat 33 orang reponden pengisi kuesioner, didapatkan rencana implementasi konstruksi baja bangunan industri pabrik baru mempertimbangkan sejumlah faktor risiko tinggi, termasuk penggunaan model struktur rangka portal baja, penggunaan <em>crane crawler</em> atau <em>mobile crane</em> untuk pemasangan baja struktural yang lebih mudah dan efisien. Jenis manajemen risiko, yaitu mengubah risiko dengan bobot 32,18% dengan kriteria risiko fisik yang paling dominan. Menghasilkan integrasi model desain struktur baja dan strategi implementasi konstruksi baja untuk bangunan industri dalam fungsi pabrik agar lebih efektif dan efisien.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Integrasi<strong>, </strong>Model Desain, Strategi Pelaksanaan, Struktur Baja, Bangunan Industri, AHP</p> <p><em> </em></p>Budi Hartono STSuryawan MurtiadiFitri Suryani
Copyright (c) 2025 Budi Hartono
2025-12-022025-12-02354122310.37277/stch.v35i4.2439Evaluasi Efektivitas Building Information Modeling (BIM) Untuk Perancangan Bangunan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Jagakarsa (Study Kasus)
https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2521
<p>Industri konstruksi gedung di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam hal efisiensi, akurasi, dan kualitas perancangan, khususnya pada proyek-proyek gedung bertingkat. Metode perancangan konvensional menggunakan gambar 2D sudah lama diterapkan, namun sering kali mengalami masalah terkait revisi, koordinasi, dan deteksi kesalahan. Seiring dengan perkembangan teknologi, <em>Building Information Modeling</em> (<em>BIM</em>) muncul sebagai alternatif yang menawarkan keuntungan dalam hal visualisasi, integrasi data, dan deteksi konflik yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas perancangan menggunakan <em>Building Information Modeling</em> (<em>BIM</em>) dan perancangan konvensional 2D pada proyek bangunan gedung bertingkat di Indonesia, dengan fokus pada aspek efisiensi waktu, biaya, akurasi desain, serta koordinasi antar tim. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas dan efisiensi perancangan bangunan gedung bertingkat di Indonesia, serta mempercepat adopsi teknologi <em>BIM</em> di sektor industri konstruksi tanah air. Faktor-faktor penting yang digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian dikembangkan menjadi tujuh variabel, yaitu Peralatan (V1), Organisasi (V2), Aplikasi (V3), Tim Proyek (V4), Akurasi Data (V7), Proses (V5), dan Model Bisnis (V6). Tujuh variabel tersebut terdiri dari 109 indikator untuk memfasilitasi survei kuesioner dan menilai efektivitas implementasi <em>BIM</em>. Survei dilakukan pada industri konstruksi di Indonesia. Data yang diperoleh dianalisis dengan keandalan, peringkat, dan uji <em>One-Way Anova</em> Kruskal Wallis. Analisis peringkat dirancang dengan menilai indikator dari setiap variabel dan memberikan skor untuk memberi peringkat variabel serta peringkat keseluruhan. Skor rerata dari masing-masing indikator dan variabel menunjukkan bahwa implementasi <em>BIM</em> dalam proyek konstruksi bangunan gedung rumah sakit sangat efektif. Hal ini dibuktikan dengan nilai rerata setiap variabel di atas empat. Selanjutnya, hasil uji <em>One-Way</em> <em>Anova</em> Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan nilai efektivitas implementasi <em>BIM</em> di antara tujuh variabel yang ditunjukkan oleh hasil analisis deskriptif.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Rumah Sakit, Gedung, BIM, Peralatan, Organisasi, Aplikasi, Tim Proyek, Proses, Model Bisnis, Akurasi Data</p>Rudyanto SihombingSyahril Taufik
Copyright (c) 2025 Rudyanto Sihombing, Syahril Taufik
2025-12-222025-12-22354243310.37277/stch.v35i4.2521Analisis Desain Sistem Distribusi Listrik Gedung Untuk Optimalisasi Biaya Operational Pada Stadion Patriot Candrabhaga Berbasis Bangunan Gedung Hijau
https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2452
<p>Saat ini gedung - gedung yang dibangun pemerintah diwajibkan untuk menerapkan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH). Selain untuk mengikuti regulasi, penerapan BGH juga memiliki beberapa keuntungan, diantaranya : Gedung yang ramah terhadap lingkungan dan memiliki biaya operational yang efisien.Pada penelitian ini metode yang di lakukan adalah penulis mengambil data dari laporan survey pada 3 stadion yaitu Stadion Patriot Candrabaga – kota Bekasi, Stadion Wibawa mukti – kabupaten Bekasi, dan Stadion Harapan Bangsa – Banda Aceh. Namun data yang ditampilkan pada penelitian ini hanya data survey Stadion Patriot Candrabhaga yang berlokasi di kota Bekasi – Jawa Barat, karena secara kapasitas penonton dan sistem elektrikalnya hampir sama. Selanjutnya dilakukan desain ulang sistem elektrikal dengan menerapkan konsep BGH serta peraturan dan standar yang berlaku di indonesia. Setelah dilakukan proses kontruksi berdasarkan desain sistem elektrikal dengan konsep BGH, penulis melakukan pengecekan pemakaian energy listrik untuk mengetahui konsumsi listrik setelah renovasi. Dari hasil pengamatan penulis, pemakaian energy sebelum dan sesudah penerapan konsep BGH mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pemakaian energi listrik sebelum perbaikan adalah Daya Aktif : 13.227,36 kWh dan Daya Reaktif :10.251,15 kVARh. Sedangkan pemakaian energi listrik setelah perbaikan adalah Daya Aktif : 5.926,85 kWh dan Daya Reaktif tidak dihitung karena nilai cos phi 0,93 diatas batas minimal penalty PLN 0,85. Terdapat penghematan pemakaian daya listrik sebesar 7.300,51 kWh dalam 1 bulan atau hemat 55 % untuk pembayaran kWh dan hemat 100 % untuk pembayaran kVARh. Hal ini menunjukkan konsep BGH terbukti dapat mengurangi konsumsi energi listrik pada suatu Gedung, yang selanjutnya akan ikut sumbangsih mengurangi beban pembangkit konvensional yang tidak ramah lingkungan. </p> <p><strong>Kata kunci</strong>: BGH, Standar, Hemat Energi, Efisiensi Biaya, Ramah Lingkungan</p>HERI SUCIPTOAbdullah MultiAgus Sofwan
Copyright (c) 2025 HERI SUCIPTO, Abdullah Multi, Agus Sofwan
2025-12-222025-12-22354344310.37277/stch.v35i4.2452Sistem Pemantauan Dan Pengendalian Kadar Nutrisi Dan Pasokan Air Pada Sistem Tanam Hidroponik Menggunakan Arduino Uno Berbasis Internet Of Things (IoT)
https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2540
<p><em>Berkurangnya lahan pertanian membuat orang beralih ke sistem tanam hidroponik karena sistem ini tidak membutuhkan lahan yang luas seperti pertanian konvensional. selain itu, tanaman hidroponik juga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi karena lebih bersih, sehat dan bebas pestisida. Namun pemeliharan dan perawatanya terbilang lebih sulit dan butuh banyak waktu dalam pengecekan sirkulasi air, nutrisi dan kelembapan suhu ruangan untuk menjamin tanaman tumbuh dengan baik, oleh karena itu diperlukan suatu sistem pintar untuk membantu dalam mengontrol tanaman yang dapat dilakukan secara terus menerus, jarak jauh dan real time. Arduino Uno dan NodeMCU Esp8266 merupakan mikrokontroller yang digunakan dalam penerapan teknologi Internet of Things (IoT) pada sistem tanam hidroponik ini dengan</em><em> sistem kendali sederhana</em> <em> untuk </em><em>memberikan sebuah informasi dari hasil pembacaan sensor-sensor yang digunakan dan ditampilkan pada smartphone lewat aplikasi blynk.. Pada penelitian ini dihasilkan bahwa sistem dapat bekerja dengan baik dan sesuai yang diharapkan karena sensor yang digunakan dapat berjalan dan memberikan informasi secara cepat, akurat dan real time</em><em> dengan rentang waktu 1-5 detik </em><em> serta secara otomatis dapat mengontrol pasokan air, nutrisi air dan pencahayaan sehingga pertumbuhan tanaman akan lebih aman dan stabil</em></p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <em>Hidroponik, Arduino Uno, Internet of Things, Aplikasi Blynk</em></p>Rengga Erlangga
Copyright (c) 2025 Rengga Erlangga
2025-12-222025-12-22354445310.37277/stch.v35i4.2540Peningkatan Efisiensi Solar Sel, Melalui Pelapisan Komposit Hydrogel-Nano Silika Amorph Pada Permukaan Solar Panel
https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2560
<p>Sel surya adalah perangkat yang digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Cahaya yang diserap oleh sel surya tergantung pada sifat permukaan panel surya. Cahaya yang jatuh ke panel surya diserap dan diubah menjadi energi listrik oleh lapisan panel surya yang menutupi sel surya. Cahaya yang datang sebagian ditransmisikan, sebagian dipantulkan, dan sebagian diserap oleh kaca pelapis menjadi panas. Untuk alasan ini, permukaan panel surya dapat dibuat sedemikian rupa sehingga cahaya yang dipantulkan minimal. Masalah efisiensi ini menjadi salah satu isu yang terus diteliti di seluruh dunia. Efisiensi penyerapan cahaya oleh pelindung sel surya dapat ditingkatkan melalui rekayasa permukaan yang menyerupai struktur mata ngengat. Bahan komposit hidrogel-nano-silika digunakan untuk melapisi permukaan sel surya. Untuk melihat pengaruh lapisan komposit, tegangan yang dihasilkan oleh sel surya sebelum dan sesudah pelapisan, serta fungsi jarak dan sudut radiasi, diukur. Sampel yang diuji adalah 3 jenis komposisi komposit. Hasilnya menunjukkan efek lapisan komposit pada rentang sudut tertentu, untuk peninkatan efesiensi.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Sel-surya, Hydrogel, nanosilika, pelapisan</p> <p><em> </em></p>Veriah HadiBambang SoegijonoHA Notonegoro
Copyright (c) 2025 Veriah Hadi
2025-12-312025-12-31354546110.37277/stch.v35i4.2560Peningkatan Efisiensi Pengolahan Limbah Cair di Industri Manufaktur Mainan Kabupaten Jombang: Studi Evaluasi Efektivitas IPAL dan Strategi Optimalisasi Berbasis Parameter Lingkungan
https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2539
<p>Pengoperasian IPAL pada industri mainan berfungsi untuk melakukan pengolahan air limbah dengan output air dimanfaatkan kembali untuk penyiraman dan hidran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas setiap unit operasi IPAL (Ekualisasi, Biofilter Aerobik, Clarifier, Filtrasi, Ozonisasi) dalam menurunkan polutan dan memastikan kepatuhan terhadap baku mutu air limbah domestik untuk penyiraman sesuai dengan Permen LH No. 11 Tahun 2025. Hasil evaluasi menunjukkan IPAL beroperasi efektif. Unit Biofilter Aerobik (media sarang tawon) mampu menurunkan BOD dan COD dengan efisiensi puncak 76% dan 77%. Unit Ozonisasi juga efektif menurunkan Fecal Coliform dari 430 MPN/100mL menjadi 130 MPN/100mL. Seluruh parameter outlet (BOD, COD, TSS, Fecal Coliform) telah memenuhi baku mutu Permen LH No. 11 Tahun 2025. Meskipun telah memenuhi baku mutu, beberapa optimalisasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas IPAL diantaranya, penambahan bar screen di Ekualisasi untuk mengurangi sampah padat, penambahan media pasir silika pada unit Filtrasi untuk meningkatkan efisiensi penyisihan TDS, dan penyesuaian reaktor ozone dan penambahan gas destruct unit diperlukan untuk meningkatkan potensi keselamatan kerja.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Ekualisasi, Biofilter Aerobik, Clarifier, Filtrasi, Ozonisasi</p> <p><em> </em></p>Hanif Faizah Eka FediyaniRizka Novembrianto
Copyright (c) 2025 Hanif Faizah Eka Fediyani, Rizka Novembrianto
2025-12-232025-12-23354627010.37277/stch.v35i4.2539Perbandingan Kinerja MongoDB dan MySQL pada Aplikasi dengan Beban Data Besar
https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2543
<p>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja dua sistem basis data populer, yaitu MySQL sebagai database relasional dan MongoDB sebagai database NoSQL berbasis dokumen, ketika diberikan beban data dalam jumlah besar. Pengujian dilakukan menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan tiga skala dataset, yaitu 1.000, 10.000, dan 100.000 data, yang dibuat secara otomatis menggunakan Faker.js untuk memastikan variasi dan konsistensi data uji. Empat operasi dasar basis data ( INSERT, READ, UPDATE, dan DELETE )dilakukan pada kedua sistem untuk mengukur waktu eksekusi dan menilai efisiensi performa masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MongoDB secara konsisten memiliki waktu eksekusi lebih cepat dibandingkan MySQL, terutama pada operasi insert dan update, berkat arsitektur dokumen dan kemampuan batch processing yang mengurangi overhead pemrosesan. Sementara itu, MySQL mengalami peningkatan waktu eksekusi yang cukup signifikan seiring bertambahnya jumlah data, terutama karena validasi relasional dan aturan ACID yang harus dipenuhi. Temuan ini mengindikasikan bahwa MongoDB lebih sesuai untuk aplikasi berskala besar yang membutuhkan fleksibilitas data dan kecepatan pemrosesan tinggi, sedangkan MySQL tetap ideal untuk aplikasi yang menekankan konsistensi dan integritas data. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pemilihan basis data sesuai kebutuhan aplikasi.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: MySQL, MongoDB, database, NoSQL, FakerJS</p>Desta Adyangga SaputraMohammad Adi FarichMuhammad Naafi’an AnugerahImam Prayogo Pujiono Dicky Anggriawan Nugroho
Copyright (c) 2025 Desta Adyangga Saputra
2025-12-312025-12-31354717810.37277/stch.v35i4.2543Analisis Pengendalian Kualitas Inner Liner Menggunakan Metode Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di PT Tunas Alfin Tbk
https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2562
<p>PT Tunas Alfin Tbk menghadapi kendala tingginya tingkat produk cacat pada produksi inner liner yang mencapai rata-rata 6%, di mana angka ini melebihi batas standar perusahaan sebesar 4%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas menggunakan metode Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan bahwa jenis cacat paling dominan adalah creasing tidak sesuai sebanyak 192.018 pcs (61%) dan bahan keriput sebanyak 65.367 pcs (21%). Analisis FMEA mengidentifikasi penyebab utama kegagalan pada faktor mesin dan material dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 256 pada indikator bahan terlipat di dancing roll, diikuti oleh pengaturan mata pisau dan putaran silinder dengan nilai RPN masing-masing sebesar 192. Sebagai langkah mitigasi, diusulkan perbaikan dengan metode 5W+1H yang berfokus pada pemeriksaan rutin tekanan silinder, sinkronisasi posisi mata pisau terhadap patching sheet, dan antisipasi jalur roll-to-roll untuk mencegah material terlipat.</p> <p><strong>Kata Kunci: FMEA, Pengendalian Kualitas, SPC</strong></p>Novia Adelina EmberitaKhairunnisa Khairunnisa Franka HendraAdi CandraAgus Taufik
Copyright (c) 2025 Novia Adelina Ambarita
2025-12-312025-12-31354798510.37277/stch.v35i4.2562Inovasi Body Lotion Alami Berbasis Aloe Vera dengan Variasi Ekstrak Bunga Telang, Pepaya, dan Kelapa
https://journal.istn.ac.id/index.php/sainstech/article/view/2564
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga telang, bunga rosella, dan pepaya terhadap kualitas body lotion alami berbahan dasar lidah buaya (Aloe vera). Penelitian menggunakan metode eksperimen sederhana dengan tiga perlakuan formulasi, yaitu body lotion lidah buaya yang masing-masing ditambahkan ekstrak telang, rosella, dan pepaya, serta satu formulasi original sebagai pembanding. Setiap formulasi diuji kualitas fisiknya melalui pengamatan tekstur, warna, aroma, dan pH, serta diuji fungsionalitasnya melalui daya serap dan kelembapan kulit pada panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki pH 6.5 yang aman dan sesuai dengan rentang pH kulit. Ketiga formulasi dengan ekstrak alami menghasilkan tekstur semi-kental dan daya serap yang lebih cepat dibandingkan lotion original. Secara organoleptik, ekstrak rosella memberikan aroma paling lembut dan paling disukai panelis, sedangkan ekstrak pepaya menghasilkan aroma paling menyengat. Semua lotion memberikan efek lembap, dan tidak ditemukan reaksi iritasi pada panelis. Secara keseluruhan, formulasi dengan ekstrak rosella dinilai paling optimal berdasarkan aspek tekstur, aroma, daya serap, dan kenyamanan kulit. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan alami dapat meningkatkan kualitas body lotion berbasis lidah buaya sekaligus memberikan alternatif produk kosmetik herbal yang aman dan ramah lingkungan. </p> <p><strong>Kata kunci</strong>: body lotion alami, lidah buaya (Aloe vera), ekstrak bunga telang, ekstrak bunga rosella, ekstrak pepaya</p>Firsila MeilianiBagas Karunia Nur RokhimMutiara Lutfi GhumaisaShafa Navisa Nurul Muthi’ah
Copyright (c) 2025 Firsila Meiliani
2025-12-312025-12-31354869310.37277/stch.v35i4.2564