Evaluasi Peresepan Antibiotik pada Pasien Infeksi Menular Seksual dengan Metode ATC/DDD di Klinik Utama Kimia Farma Cililitan Besar

Authors

  • Awanda Pramesti Ganesita Institut Sains dan Teknologi Nasional
  • Tahoma Siregar Institut Sains dan Teknologi Nasional
  • Tania Rizki Amalia Institut Sains dan Teknologi National

DOI:

https://doi.org/10.37277/sfj.v19i1.2525

Keywords:

antibiotik, atc/ddd, infeksi menular seksual, peresepan rasional, resistensi

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) yang meningkat secara global mengancam efektivitas terapi akibat resistensi antimikroba (AMR) yang dipicu peresepan antibiotik irasional. Evaluasi penggunaan obat, khususnya dengan metode WHO-ATC/DDD, menjadi krusial untuk mengendalikan AMR. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas dan pola peresepan antibiotik pada pasien IMS di Klinik Utama Kimia Farma Cililitan Besar. Desain deskriptif analitik kuantitatif cross-sectional digunakan, dengan pengumpulan data retrospektif dari rekam medis pasien IMS bakteri (usia >17 tahun, terapi oral, non-komorbid) periode Januari-Desember 2024. Analisis kuantitatif mencakup profil pasien, pola penggunaan DDD/1000 pasien/hari, serta kesesuaian pedoman. Hasil menunjukkan pasien didominasi laki-laki (83,61%) dan usia 36-45 tahun (55,74%), dengan Gonore (78,7%) sebagai diagnosis terbanyak. Cefixime 200 mg dan Doksisiklin 100 mg paling sering diresepkan; Doksisiklin (17,79) menunjukkan DDD/1000 pasien/hari tertinggi. Mayoritas antibiotik termasuk kategori ACCESS/WATCH. Secara umum, peresepan antibiotik dinilai rasional. Namun, perlu perhatian khusus pada penggunaan Ciprofloxacin untuk gonore yang tidak lagi direkomendasikan karena resistensi. Pengawasan berkelanjutan diperlukan guna meningkatkan kualitas terapi dan mengendalikan resistensi. Pasien Infeksi Menular Seksual (IMS) didominasi oleh kelompok laki-laki (83,61%) pada usia dewasa akhir. Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Cefixime 200 mg (40,98%) dan Doksisiklin 100 mg (32,33%). Analisis kuantitatif menunjukkan nilai konsumsi tertinggi adalah Doksisiklin (17,79 DDD/1000 pasien/hari) diikuti Cefixime (11,50 DDD/1000 pasien/hari). Secara umum, penggunaan antibiotik dikategorikan rasional, namun pengawasan berkala diperlukan untuk menjaga kualitas terapi dan efisiensi obat.

References

Achdiat dkk. 2019. Tingkat Pengetahuan Penyakit Infeksi Menular Seksual Dan Komplikasinya Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri Jatinangor. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol. 8, No. 1, Maret 2019: 35 – 38.

Adhata Attara. 2022. Diagnosis Dan Tatalaksana Gonore. Lampung : Jurnal Medika Hutama. Vol 03 No 02, Januari2022

Amin Lukman. 2014. Pemilihan Antibiotik yang Rasional. Medical review. Medicnus : Vol. 27, No.3, Desember 2014.

Angelina dkk. 2023. Implementasi Pendidikan Islam pada Pembahasan LGBT sebagai Upaya Pencegahan Penyakit oleh Bakteri Nisseria gonorrhoeae dan Clamydia trachomatis. Jurnal Agama, Sosial, dan BudayaVolume 1, Nomor 4(2023)709Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, P-ISSN : 2962-6560 , E-ISSN : 2963-7139.

Anugrah dkk. 2023. Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Infeksi Menular Seksual (Ims) Pada Pelaku Wiisata Di Wilayah Kerja Puskesmas Meninting Tahun 2020-2021. Mataram : Cakrawala Medika.

Ariasih Arum & Mizna. 2020. Pengetahuan dan Pengalaman Wanita Pekerja Seks dalam Pencegahan Infeksi Menular Seksual di Panti Sosial Karya Wanita Mulya Jaya Jakarta. Jurnal umj.ac.id vol.16.

Arifani dkk. 2023. Studi Kasus : Gambaran Karakteristik Pasien Penyakit Infeksi Menular Seksual Akibat Bakterineisseriagonorrhoeae Di Puskesmas Mlati 1 Tahun 2022. Daerah Istimewa Yogyakarta: Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol.9. No.1 (2023): 6-9.

Budiyanto dkk. 2021. Identifikasi Dan Uji Resistensi Staphylococcus Aureus Terhadap Antibiotik (Chloramphenicol Dan Cefotaxime Sodium) Dari Pus Infeksi Piogenik Di Puskesmas Proppo. Jurnal Kimia Riset, Volume 6 No. 2, Desember 2021.

Darmawan dkk. 2020. Sifilis Pada Kehamilan. Sriwijaya Journal of Medicine, Volume 3 No.1 2020, Hal 73-83, DOI: 10.32539/SJM.v3i1.70.

Dewi & Feggy. 2023. Infeksi Menular Seksual Pada Perempuan di Indonesia: Literature Review. NTT : Jurnal Jomparnd vol.2.

Dipiro, JT 2015, ‘Pharmacoterapy handbook’, 9th Edition, Mc-Graw Hills Education Book, USA. [EAU] European Association of Urology 2017, Guidelines on Urological Infections.

Dinda. 2024. Potensi Propolis Trigonasp. Terhadap Jamur Penyebab Kandidiasis Vulvovaginal. Media Husada Journal.

Elvi & Maryam. 2021. Penyuluhan Penyakit Menular Seksual Kepada Masyarakat Desapurba Tua Kecamatan Padang Sidimpuan Tenggara Tahun 2021. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa ( JPMA )Vol.3 No. 2 Agustus 2021.

Endra dkk. 2023. Vaginosis Bakterialis Dengan Koinfeksi Kandidiasis Vulvovaginalis. Jurnal Cahaya Mandalika.

Febby dan Feggy. 2023. Infeksi Menular Seksual Pada Perempuan di Indonesia: Literature Review. Jurnal Kesehatan Jompa : ol. 2. No. 1Juni 2023e-ISSN:2830-5558 p-ISSN:2830-5744.

Hari dkk. 2020. Sifilis Pada Kehamilan. Sriwijaya Journal of Medicine, Volume 3 No.1 2020, Hal 73-83, DOI: 10.32539/SJM.v3i1.70.

Hollingworth & Kairuz. 2021. Measuring Medicine Use: Applying ATC/DDD Methodology to Real-World Data. Licensee MDPI, Basel, Switzerland. https://doi.org/10.3390/pharmacy9010060.

Herlina dkk. 2021. Pola peresepan antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih di instalasi rawat jalan RSUD Provinsi NTB tahun 2017. Sasambo Journal of Pharmacy. Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram, Indonesia. DOI: https://doi.org/10.29303/sjp.v2i1.26.

Reygaert WC. An Overview of Antimicrobial Resistance Mechanisms of Bacteria. Microbiology Journal. 2018 June;4(3):482-501.

Rinandari & Endra. 2020. Terapi Sifilis Terkini. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret/ RSUD Dr. Moewardi, Surakarta, Indonesia.

World Health Organization, 2017, Guidelines for ATC Classification and DDD Assignment 2011 13th edition.

World Health Organization, 2024. Guidelines for ATC classification and DDD assignment, 2024.

World Health Organization, 2024. WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology, 2024

Downloads

Published

2026-02-23

How to Cite

Pramesti Ganesita, A., Siregar, T., & Amalia, T. R. (2026). Evaluasi Peresepan Antibiotik pada Pasien Infeksi Menular Seksual dengan Metode ATC/DDD di Klinik Utama Kimia Farma Cililitan Besar. Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 19(1), 53–58. https://doi.org/10.37277/sfj.v19i1.2525