Pengendalian Persediaan Obat Antibiotik Metode Analisis ABC di Instalasi Farmasi Rumah Sakit “X” Jakarta Utara Periode Januari-Desember 2024

Authors

  • Maria Rosintan Siboro ISTN
  • Putu Rika Veryanti ISTN
  • Putu Nilasari ISTN

DOI:

https://doi.org/10.37277/sfj.v19i1.2567

Keywords:

ABC analysis, antibiotics, Inventory Control

Abstract

Pengendalian persediaan antibiotik yang efektif di Instalasi Farmasi Rumah Sakit sangat penting untuk menjamin ketersediaan obat, mencegah resistensi, serta mendukung mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem pengendalian persediaan antibiotik di Instalasi Farmasi Rumah Sakit “X” Jakarta Utara periode Januari–Desember 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data pemakaian dan nilai investasi obat antibiotik yang kemudian diolah melalui analisis ABC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok antibiotik kategori A menyerap porsi terbesar dari total nilai investasi untuk seluruh bentuk sediaan, yakni 68,97% untuk tablet, 73,07% untuk injeksi, dan 67,97% untuk sirup. Secara keseluruhan, kelompok A menyumbang 68,06% dari total pemakaian dengan nilai investasi 69,96%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prioritas pengendalian persediaan perlu difokuskan pada kelompok antibiotik kategori A agar perencanaan dan pengelolaan anggaran menjadi lebih efisien serta mampu menekan potensi resistensi antibiotik.

References

Kemenkes RI. (2019). Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. (2016). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit. (2021). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Obat. (2020). Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Marline, W., & Meilani. (2022). Analisis pengendalian persediaan obat di Puskesmas Teling Atas. Pharmacy Medical Journal, 5(1), 71–81.

Mulyawantie, A., Ramadaniati, H. U., Sarnianto, P., & Hidayat, T. (2023). Evaluasi pelaksanaan pengendalian resistensi antimikroba dalam meningkatkan kualitas penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap pneumonia anak. Jurnal Keperawatan Profesional, 4(2), 173–181.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. (2023). Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Safitri, T. F., Permadi, Y. W., & Rahmatullah, S. (2021). Evaluasi perencanaan dan pengadaan obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Mitra Siaga Kabupaten Tegal. Jurnal Ilmiah Jophus: Journal of Pharmacy UMUS, 3(1), 46–53.

Yusuf, A., Auliah, A., & Sarumbu, N. (2022). Evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens pada pasien pneumonia di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang periode Juli–Desember 2019. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 4(2), 215–229.

Downloads

Published

2026-02-23

How to Cite

Siboro, M. R., Veryanti, P. R., & Nilasari, P. (2026). Pengendalian Persediaan Obat Antibiotik Metode Analisis ABC di Instalasi Farmasi Rumah Sakit “X” Jakarta Utara Periode Januari-Desember 2024. Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 19(1), 24–28. https://doi.org/10.37277/sfj.v19i1.2567