EVALUASI PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP SUHU WARNA PENCAHAYAAN INTERIOR KANTOR

Studi Kasus PT Eden Pangan Indonesia di Lippo St. Moritz Office, Jakarta

Authors

  • Prabowo Suwiknyo M.G
  • Rudi Purwono

DOI:

https://doi.org/10.37277/trave.v31i2.2711

Keywords:

Suhu Warna, Pencahayaan, Interior Kantor, Persepsi Karyawan, Warm White

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi persepsi karyawan terhadap komposisi suhu warna pencahayaan pada common area, meeting room, dan working area kantor PT Eden Pangan Indonesia di Lippo St. Moritz Office, Jakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui survei skala Likert 1–5 terhadap 43 responden. Berdasarkan dokumentasi ruang pada naskah sumber, pencahayaan eksisting didominasi warm white sekitar 2700 K, sedangkan meeting room menggunakan kombinasi putih netral dan warm white. Hasil pengolahan ulang distribusi jawaban menunjukkan bahwa 41 dari 43 responden (95,3%) memberikan respons positif (setuju dan sangat setuju) pada masing-masing area. Nilai rerata tertimbang adalah 4,14 pada common area serta 4,09 pada meeting room dan working area. Temuan tersebut menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap komposisi pencahayaan eksisting dari sisi persepsi pengguna. Namun, karena penelitian bersifat deskriptif dan tidak dilengkapi pengukuran iluminansi, suhu warna aktual menggunakan alat ukur, silau, maupun indikator produktivitas objektif, hasil penelitian tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan kausal antara suhu warna dan produktivitas atau kesehatan. Penelitian lanjutan disarankan menggabungkan pengukuran fisik pencahayaan dan indikator kinerja untuk memperkuat validitas penelitian.

Published

2026-08-28