ANALISIS KONSERVASI ARSITEKTURAL PADA STASIUN JAKARTA KOTA: MENJAGA OTENTISITAS WARISAN BUDAYA DI TENGAH MODERNISASI INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI AKTIF

Authors

  • Maher Aziz
  • Heru Setiawan
  • Lely Mustika

DOI:

https://doi.org/10.37277/trave.v31i2.2712

Keywords:

Konvervasi Stasiun Jakarta Kota

Abstract

Stasiun Jakarta Kota, yang secara historis dikenal sebagai Stasiun Beos atau Batavia Zuid, adalah bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda pada masa penjajahan , bergenre Art Deco dan Nieuwe Zakelijkheid di Indonesia yang dirancang oleh arsitek terkemuka Belanda, Frans Johan Louwrens Ghijsels, pada akhir dekade seribu sembilan ratus dua puluhan. Sebagai bangunan cagar budaya yang masih berfungsi aktif hingga saat ini melayani ribuan komuter setiap harinya, stasiun ini memegang peran ganda yang sangat kompleks yaitu sebagai monumen sejarah keduniawian masa lalu sekaligus infrastruktur transportasi publik modern yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam berbagai upaya konservasi arsitektural yang telah di implementasikan di Stasiun Jakarta Kota, mengidentifikasi kesesuaian tindakan tersebut dengan prinsip serta kriteria pelestarian cagar budaya nasional maupun internasional, serta menganalisis masalah yang muncul akibat benturan antara kebutuhan fasilitas modern dengan keharusan menjaga otentisitas historis bangunan. Metode penelitian yang diterapkan dalam kajian ini adalah deskriptif komparatif kualitatif dengan melakukan observasi lapangan yang mendalam, studi pustaka dari berbagai dokumen sejarah dan teknis pelestarian, serta analisis komparatif berdasarkan kerangka regulasi Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 / 2010 - Tentang Cagar Budaya serta standar internasional seperti Piagam Venesia dan Piagam Burra.

Published

2026-08-28