Efektivitas Pengelolaan Infrastruktur Pengendali Banjir Berbasis SCADA Stasiun Pompa Ancol Sentiong
DOI:
https://doi.org/10.37277/stch.v36i3.2682Abstract
Permasalahan banjir merupakan masalah tahunan Jakarta. Berbagai upaya dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menanggulangi banjir, yaitu membangun Stasiun Pompa Ancol Sentiong. Berfungsi mengendalikan banjir yang timbul dari hujan berintensitas tinggi dan banjir rob yang terjadi di dataran rendah dan wilayah pesisir. Setelah dioperasikan tahun 2024, Stasiun Pompa Ancol Sentiong telah mendukung upaya pengendalian banjir di wilayah layanan melalui sistem SCADA. Efektivitas pengelolaan infrastruktur perlu dievaluasi berdasarkan manfaat yang dirasakan masyarakat, tingkat efektivitas oleh pengelola, serta rekomendasi pengelolaan untuk meningkatkan kinerja infrastruktur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 394 responden masyarakat di 7 kecamatan, serta 6 operator Stasiun Pompa Ancol Sentiong sebagai responden pengelola. Hasil menunjukkan peningkatan kondisi pengendalian banjir, 72% kondisi tidak terjadi banjir, 88% rumah tidak tergenang, 75% genangan surut kurang dari 6 jam, 73% aktivitas masyarakat tidak terganggu, efektivitas pengelolaan meningkat dari nilai rata-rata 2,47 menjadi 4,51 dan kecepatan respons dari 2,24 menjadi 4,58. Persepsi masyarakat dan operator mengalami perubahan signifikan sebelum dan sesudah pengelolaan infrastruktur berbasis SCADA, dengan nilai Chi Square Asymp Sig (2-Sided) sebesar 0,000 < 0,05. Data TMA menunjukkan fluktuasi rendah selama 30 hari. Disimpulkan bahwa efektivitas pengelolaan infrastruktur sistem SCADA mampu mengurangi risiko banjir dan mendukung aktivitas harian masyarakat.
Kata kunci: Efektivitas, Infrastruktur, Pengelolaan Banjir, Berbasis SCADA





