Analisis Pengendalian Kualitas Inner Liner Menggunakan Metode Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di PT Tunas Alfin Tbk
DOI:
https://doi.org/10.37277/stch.v35i4.2562Abstract
PT Tunas Alfin Tbk menghadapi kendala tingginya tingkat produk cacat pada produksi inner liner yang mencapai rata-rata 6%, di mana angka ini melebihi batas standar perusahaan sebesar 4%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas menggunakan metode Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan bahwa jenis cacat paling dominan adalah creasing tidak sesuai sebanyak 192.018 pcs (61%) dan bahan keriput sebanyak 65.367 pcs (21%). Analisis FMEA mengidentifikasi penyebab utama kegagalan pada faktor mesin dan material dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 256 pada indikator bahan terlipat di dancing roll, diikuti oleh pengaturan mata pisau dan putaran silinder dengan nilai RPN masing-masing sebesar 192. Sebagai langkah mitigasi, diusulkan perbaikan dengan metode 5W+1H yang berfokus pada pemeriksaan rutin tekanan silinder, sinkronisasi posisi mata pisau terhadap patching sheet, dan antisipasi jalur roll-to-roll untuk mencegah material terlipat.
Kata Kunci: FMEA, Pengendalian Kualitas, SPC





