Hubungan Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik terhadap Sikap Masyarakat Kelurahan Cipedak, Jakarta Selatan
DOI:
https://doi.org/10.37277/sfj.v19i1.2572Keywords:
antibiotik, hubungan, pengetahuan, sikapAbstract
Di Indonesia, penggunaan antibiotik secara tidak rasional masih banyak ditemukan. Berbagai studi mengungkapkan bahwa sebagian besar masyarakat masih memiliki pemahaman yang keliru terkait antibiotik, seperti anggapan bahwa antibiotik dapat menyembuhkan semua jenis penyakit, termasuk infeksi virus. Sebuah studi review nasional oleh Oktariza (2025) menunjukkan bahwa pembelian antibiotik tanpa resep masih terjadi pada lebih dari 40% responden, dan 50–74% responden menghentikan penggunaan antibiotik sebelum waktunya. Hal ini menjadi bukti bahwa masih terdapat celah dalam pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar. Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penggunaan antibiotic. Jenis penelitian ini Adalah deskriptif analitik dan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah warga Kelurahan Cipedak yang mengkonsumsi antibiotik. Metode teknik sampling yang digunakan adalah Stratified Random Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden. Tingkat pengetahuan responden tentang antibiotik menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup (57%) dan baik (43%). Hubungan antara keduanya dengan menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil tersebut, didapatkan hasil bahwa masyarakat di Kelurahan Cipedak Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selatan sudah memiliki pengetahuan yang sangat baik terhadap penggunaan antibiotik.
References
Ageng, I.P, W.I. Wiyono, & I. Jayanto. (2020). Pengetahuan dan penggunaan antibiotik secara swamedikasi pada masyarakat kota. Jurnal Biomedik, 12(3): 176-185. https://doi.org/10.35790/jbm.12.3.2020.31492.
Aprinuha, R.L., R. Ariastuti, K. Khusna. (2023). Tingkat Pengetahuan Masyarakat RW 02 Desa Menang Kabupaten Ponorogo terhadap Penggunaan Antibiotik. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(1). DOI: https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i1. 1338.
Fitriah, R., E. Karlina, & D.O. Akbar. (2023). Pengaruh Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter. Jurnal Ilmiah Manuntung, 9(1):19-32. https://doi.org/10.51352/ jim.v9i1.653.
Hamid, F., F.R. Kotto, R.W. Prasetia. (2020). Karakteristik Pengguna Antibiotik Tanpa Resep Dokter di Kalangan Guru Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Alami Journal.
Ivanca, M.L., F. Lestari, R. Choesrina. (2023). Kajian Ketepatan Dagusibu Antibiotik di Masyarakat Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Bandung Conference Series : Pharmacy. DOI : 10.29313/bcsp.v3i2.8152
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan nasional penggunaan antibiotik tahun 2022. Kementerian Kesehatan RI.
Mampouw, J.I., C. Sambou, J.Mongi, S. Tumbel. (2022). Evaluasi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotik Di desa Kukumutuk Kecamatan Kao Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal Biofarmasetikal Tropis, 5(1): 52. DOI:10.55724/jbiofartrop.v5i1.333
Marsudi, A.S., W.I. Wiyono, & D.A. Mpila. (2021). Inventory control of drug with economic order quantity (EOQ) and ROP methods in X Pharmacy, District Wenang. Pharmacy Medical Journal 4(2).
Nalendra. (2021). Statistika Dasar dengan SPPS. Bandung: Media Sains Indonesia.
Pratomo, G. S., & Dewi, N. A. (2018). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Anjir Mambulau Tengah Terhadap Penggunaan Antibiotik. Jurnal Surya Medika, 4(1). https://doi.org/10.33084/jsm.v4i1.354
Rahmadi, N.R., W.T. Utama, Nurmauri, H. Ismunandar. (2023). Praktik Pembuangan Limbah Obat di Rumah Tangga: Tinjauan Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat. Medula, 13(5). https://www.journalofmedula.com/ index.php/medula/article/download/801/624/4555.
Sugyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
