Review Artikel: Perbandingan Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH pada Sepuluh Sediaan Sabun Cair Ekstrak Tanaman Obat

Penulis

  • Alifah Salsabila STIKes Medistra Indonesia
  • Lulu Hikmah Fauziah STIKes Medistra Indonesia
  • Caecilia Sukma Larasati STIKes Medistra Indonesia
  • Sizka Irdianti STIKes Medistra Indonesia
  • Sofi Khoerunnisa STIKes Medistra Indonesia
  • Yonathan Tri Atmodjo Reubun STIKes Medistra Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37277/sfj.v19i2.2656

Kata Kunci:

antioksidan, DPPH, ekstrak tanaman obat, sabun cair

Abstrak

Antioksidan memainkan peran penting dalam mencegah aktivitas radikal bebas, salah satunya dengan menggunakan ekstrak tanaman obat sebagai bahan dalam pembuatan sabun cair, yang merupakan produk perawatan kulit berfungsi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan antioksidan dari sepuluh produk sabun cair yang mengandung ekstrak tanaman obat menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka berupa analisis terhadap sepuluh artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar menggunakan kata kunci "sabun cair", "ekstrak tumbuhan", dan "antioksidan" antara tahun 2017 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua ekstrak tanaman yang dianalisis memiliki kemampuan sebagai antioksidan dengan nilai IC₅₀ yang berbeda-beda. Ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling tinggi, termasuk dalam kategori sangat kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 1,17 µg/mL. Diikuti oleh ekstrak umbi bit dengan IC₅₀ 88,13 ppm, ekstrak semangka dengan IC₅₀ 91,92 ppm, kulit singkong dengan IC₅₀ 96,42 ppm, serta daun teh hijau dengan konsentrasi 6% yang memiliki IC₅₀ 98,61 ppm, masuk dalam kategori kuat. Ekstrak daun pepaya memiliki nilai IC₅₀ sebesar 103,89 ppm, sehingga termasuk dalam kategori sedang.Sementara itu, biji kopi Robusta dengan nilai IC₅₀ 238,15 ppm, daun Afrika dengan IC₅₀ 261,31 ppm, serta tomat dengan IC₅₀ 425,67 ppm, termasuk dalam kategori lemah hingga tidak aktif. Perbedaan kemampuan aktivitas antioksidan tersebut dipengaruhi oleh jenis ekstrak yang digunakan, konsentrasi yang diterapkan, serta proses pembuatan formulasi sediaan. Dapat disimpulkan bahwa sabun cair yang mengandung ekstrak tanaman obat memiliki potensi sebagai produk perawatan kulit dengan aktivitas antioksidan, namun masih diperlukan pengoptimalan dalam formulasi untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitasnya.

Referensi

Agustina, L., Yulianti, M., Shoviantari, F., & Sabban, I. F. (2017). Formulasi dan Evaluasi Sabun Mandi Cair dengan Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum L.) sebagai Antioksidan Formulation and Evaluation of Herbal Liquid Soap Containing Tomatoes ( Solanum lycopersicum L.) as Antioxidants. 104–110.

Astira, N. P. Y., & Putri, E. (2021). Uji Kualitas Red Velvet Cake Dengan Menggunakan Ekstrak Umbi Bit (Beta Vulgaris) Sebagai Bahan Pewarna. 1(1), 1–14. https://doi.org/10.23887/jk.v1i1.32811

Ayu, D. F., Johan, V. S., & Wardana, N. (2025). Penambahan ekstrak umbi bit (Beta vulgaris L.) sebagai antioksidan dalam sabun mandi cair. 19(3), 616–624. https://doi.org/10.21107/agrointek.v19i3.17142

Berawi, K. N. & Marini, D.(2018). Efektivitas Kulit Batang Bakau Minyak ( Rhizopora apiculata ) sebagai Antioksidan The Effectiveness Rhizopora apiculata Bark as an Antioxidant. 5, 412–417.

Ciputra, A. (2018). Klasifikasi Tingkat Kematangan Buah Apel Manalagi dengan Algoritma Naive Bayes dan Ekstraksi Fitur Citra DIigital. 9(1), 465–472.

Ii, B.A.B. (1999). Vernonia. : Vernonia amygdalina.

Ikhsanudin, M. A., Setyati, E., & Junaedi, H. (2023). Deteksi tingkat kemanisan buah semangka ( citrullus lanatus ) berdasarkan ciri kulit buah dengan menggunakan metode cnn (convolutional neural network). 8(4), 1501–1513.

Kang Sing Lung, J., & Pramita Destiani, D. (2017). Review Article Uji Aktivitas Antioksidan Vitamin A, C, E dengan metode DPPH. Jurnal Farmaka, 15(1), 53–62. https://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/12805/pdf

Kesuma Sayuti, R. Y. (2015). Antioksidan Alami dan Sintetik. Andalas University Press.

Maera Zasari, Kartika Kartika, D. A. (2023). Eksplorasi-Karakterisasi Morfologi Kopi Robusta Lokal di Pulau Bangka. 34(2), 200–209.

Maulana, A. (2021). Identifikasi Senyawa Pektin Dari Ekstrak Kulit Singkong ( Manihot esculenta ).

Meilina, R., & Japnur, I. S. (2020). Aktivitas Antioksidan Formulasi Sediaan Sabun Cair Dari Buah Apel ( Malus Domesticus ) Antioxidant Activities For Liquid Soap Formulation From Apple Fruit (Malus Domesticus). 6(1), 404–410.

Mu’Nisa. (2023). Antioksidan pada Tanaman dan Perananya Terhadap Penyakit Degeneratif. Brilian Internasional Surabaya.

Munawara, M. (2021). Efek Penambahan Asam Askorbat Terhadap Karakteristik Fisik Dan Aktivitas Antibakteri Hand Sanitizer Ekstrak Cair Etanol Teh Hijau (Camellia sinensis L.).

Novita, R. R., Daskar, A., Suswidiantoro, V., & Rosanti, A. S. (2025). Formulasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Sabun Cair Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Menggunakan Metode. 5(3), 24613–24627.

Oil, C., Variasi, D., Infused, K., & Teh, O.I L. (2021). Liquid Soap Making From Castor Oil With Various Infused Oil. Jtip Indonesia, 11(01), 11–18.

Puji, T., Sudarwati, L., Kusumo, G. G., Fernanda, M. A. H. F., Soedarti, T., & Soegianto, A. (2021). Bioautography of Ethanol extract from Carica papaya leaves for antimicrobial activity against Staphylococcus aureus , E . coli and Bacillus subtillis. 27(2).

Ramadian, D., Dewi, H., Zulhamidi, Z., Rizki, A., & Amris, A. (2019). Pelatihan Pembuatan Sabun Cair dan Sabun Transparan di Kenagarian Pasie Laweh. 2(2), 2–5.

Saehu, A., Suryani, N., & Noviyanto, F. (2022). Biogenerasi. 7(2), 124–135.

Sari, F., Kurniaty, I., & Susanty, S. (2021). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L) sebagai Zat Tambahan Pembuat Sabun Cair. 10(01).

Sasmita, A. N., Turahman, T., & Harmastuti, N. (2023). Formulasi dan uji aktivitas antioksidan sabun cair badan ekstrak etanol daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dengan metode DPPH Formulation and antioxidant activity of soap liquid body from ethanol extracts of green bermanafaat sebagai antioksidan dik. 7(1), 1–13.

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology : An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104(July), 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Srianti, S., Putri, R. A., & Annisa, A. (2024). Klasifikasi Jenis Daun Jambu Biji Menggunakan Metode Conten Based Image Retrifial (CBIR) dan Support Vector Machine ( SVM ). 4307(May), 806–811.

Sukamwati, S., Subagja, I. I., & Tantri, E. (2025). Jurnal Medika Farmaka. 3(24), 318–325. https://doi.org/10.33482/jmedfarm.v3i2.66

Triyanti, S. B., Lestari, F. P., Anisa, P., Fitriana, N., & Rostiana, H. R. (2025). Pengaruh Metode Ekstraksi Maserasi , Sonikasi , dan Sokletasi Terhadap Nilai Rendemen Sampel Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus). 8(1), 71–78.

Wardani, H. A., & Handoko, W. T. (2017). Efektivitas Ekstrak Daun Afrika (Vernonia amygdalina Del) sebagai Analgesik pada Jantan dengan Metode Geliat. 47–53.

Wardani, R. I., Wardani, T. S., & Fitriawati, A. (2024). Formulasi Dan Evaluasi Sabun Mandi Cair Dengan Penambahan Filtrat Semangka (Citrullus Lanatus ( Thunb.) Matsum & Nakai ) sebagai Antioksidan Dengan Metode DPPH. 4(1), 145–157. https://doi.org/10.37311/ijpe.v4i1.24749

Wulandari, T. (2025). Karakter Morfologi dan Sitologi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Hasil Induksi Ekstrak Tanaman Tapak Dara (Catharantus roseues (L.) G.Don).

Diterbitkan

2026-07-29

Artikel Serupa

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.