Evaluasi Efektivitas Building Information Modeling (BIM) Untuk Perancangan Bangunan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Jagakarsa (Study Kasus)

Penulis

  • Rudyanto Sihombing Magister Teknik Sipil Fakultas Sains Terapan dan Teknologi Institut Sains dan Teknologi Nasional
  • Syahril Taufik Dosen Magister Teknik Sipil, Fakultas Sains Terapan dan Teknologi ISTN, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.37277/stch.v35i4.2521

Abstrak

Industri konstruksi gedung di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam hal efisiensi, akurasi, dan kualitas perancangan, khususnya pada proyek-proyek gedung bertingkat. Metode perancangan konvensional menggunakan gambar 2D sudah lama diterapkan, namun sering kali mengalami masalah terkait revisi, koordinasi, dan deteksi kesalahan. Seiring dengan perkembangan teknologi, Building Information Modeling (BIM) muncul sebagai alternatif yang menawarkan keuntungan dalam hal visualisasi, integrasi data, dan deteksi konflik yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas perancangan menggunakan Building Information Modeling (BIM) dan perancangan konvensional 2D pada proyek bangunan gedung bertingkat di Indonesia, dengan fokus pada aspek efisiensi waktu, biaya, akurasi desain, serta koordinasi antar tim. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas dan efisiensi perancangan bangunan gedung bertingkat di Indonesia, serta mempercepat adopsi teknologi BIM di sektor industri konstruksi tanah air. Faktor-faktor penting yang digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian dikembangkan menjadi tujuh variabel, yaitu Peralatan (V1), Organisasi (V2), Aplikasi (V3), Tim Proyek (V4), Akurasi Data (V7), Proses (V5), dan Model Bisnis (V6). Tujuh variabel tersebut terdiri dari 109 indikator untuk memfasilitasi survei kuesioner dan menilai efektivitas implementasi BIM. Survei dilakukan pada industri konstruksi di Indonesia. Data yang diperoleh dianalisis dengan keandalan, peringkat, dan uji One-Way Anova Kruskal Wallis. Analisis peringkat dirancang dengan menilai indikator dari setiap variabel dan memberikan skor untuk memberi peringkat variabel serta peringkat keseluruhan. Skor rerata dari masing-masing indikator dan variabel menunjukkan bahwa implementasi BIM dalam proyek konstruksi bangunan gedung rumah sakit sangat efektif. Hal ini dibuktikan dengan nilai rerata setiap variabel di atas empat. Selanjutnya, hasil uji One-Way Anova Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan nilai efektivitas implementasi BIM di antara tujuh variabel yang ditunjukkan oleh hasil analisis deskriptif.

Kata kunci: Rumah Sakit, Gedung, BIM, Peralatan, Organisasi, Aplikasi, Tim Proyek, Proses, Model Bisnis, Akurasi Data

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-22

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>