Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Pengunjung Dalam Penggunaan Obat Wajib Apotek Golongan Anti-Inflamasi Non Steroid Di Apotek K-24 Cimanggis Kota Depok

Penulis

  • Fajrinissa Fajrinissa ISTN
  • Theodora Theodora ISTN
  • Amelia Febriani ISTN

DOI:

https://doi.org/10.37277/sfj.v19i1.2569

Kata Kunci:

obat

Abstrak

Nyeri merupakan sensasi tidak nyaman yang timbul akibat rangsangan pada ujung saraf. Salah satu cara untuk mengatasi nyeri adalah dengan penggunaan analgesik, khususnya golongan Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS) yang banyak digunakan dalam swamedikasi. Penggunaan OAINS tanpa pengawasan dapat menimbulkan efek samping serius seperti gangguan lambung, ginjal, hingga hati. Anti-inflamasi non-steroid (OAINS) berupa obat wajib apotek, beberapa orang mengkonsumsi obat tidak sesuai dengan aturan dan salah dalam memilih obat. Perilaku tersebut juga dapat  dipengaruhi  oleh  faktor pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku pengunjung dalam penggunaan OWA OAINS di Apotek K-24 Cimanggis Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional dengan sampel berjumlah 109 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan uji spearman rank. Tingkat pengetahuan pengunjung Apotek K-24 Cimanggis Kota Depok tentang OWA golongan OAINS berada dalam kategori baik (60,55%). Perilaku pengunjung Apotek K-24 Cimanggis Kota Depok dalam penggunaan OWA golongan OAINS berada dalam kategori cukup (67,89%). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pengunjung dalam penggunaan OWA golongan OAINS  di Apotek K-24 Cimanggis Kota Depok.

Referensi

Anggraini, A., Fitriani, D.A., & Lisni, I. (2024). Analisis Pengetahuan, Perilaku, Dan Ketepatan Penggunaan Obat Analgesik Dalam Swamedikasi Di Salah Satu Apotek Di Kota Bandung, Jurnal Ilmiah Farmako Bahari, 15(2),183-192.

Arinar, R.A., V. Kartikaningrum, D. Nurcahyani. (2024). Pengetahuan masyarakat tentang penyimpanan dan pemnbuangan onbat di Ngrayun, Ponorogo. An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan 2(2): 214-235.

Handayani T & Jatmika TD. (2022). Peningkatan pengetahuan anggota klub jantung sehat tentang swamedikasi pada masa pandemi covid-19 di desa sirnagalih provinsi jawa barat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.1(12):3289-3298.

Hermawati, D. (2012). Pengaruh Edukasi terhadap Tingkat Pengetahuan Dan 35 Rasionalitas Penggunaan Obat Swamedikasi Pengunjung Di Dua Apotek Kecamatan Cimanggis, Depok 173. https://lontar.ui.ac.id/detail?id=20309254&lokasi=lokal

Kirana, D.A., Nofita, & Feladita, N. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Penggunaan Antibiotik pada Mahasiswa Medis di Universitas Malahayati, Journal of Pharmacy and Tropical Issues, 2(1),11-16. DOI:10.56922/pti.v2i01.185

Kurniawan G., R. Pahlevi, M., Wati, H., & A. Sujatmiko. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pasien swamedikasi obat golongan NSAID di Apotek X Banjarmasin. Jurnal Ilmiah Farmasi (Scientific Journal of Pharmacy) Special Editionhttp://journal.uii.ac.id/index.php/JIF

Lydya, N.P., N.P.A. Suryaningsih & N.M.U.K. Dewi. (2021). Rasionalitas Penggunaan Analgesik Dalam Swamedikasi Nyeri di Kota Denpasar. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 51: 66ΓÇô73. https://doi.org/10.37294/jrkn.v5i1.315

Maharianingsih, N.M., N.L.M., Jasmiantini, G.P. Reganata, N.P.A. Suryaningsih, I.G.A.R. Widowati. (2022). Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Swamedikasi Obat Antinyeri di Apotek K-24 Cimanggis Kota Depok di Kota Denpasar, Jurnal Ilmiah Medicamento, 8(1),40-47.

https://doi.org/10.36733/medicamento.v8i1.2115

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.

Putri, A., & Sari, N. (2023). Pengaruh tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi yang rasional pada penggunaan analgesik. Jurnal Ilmu Farmasi Indonesia, 11(2), 123ΓÇô130.

Raini, M., & Isnawati, A. 2017. Profil Obat Diare yang Disimpan di Rumah Tangga di Indonesia Tahun 2013. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 26(4): 227ΓÇô234. https://doi.org/10.22435/MPK.V26I4.4704.227-234.

RISKESDAS. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Rotulung, C.R., Citraningtyas, G., Jayanto, I. (2021). Hubungan Antara Pengetahuan dengan Perilaku Pasien Pengguna Vitamin di Puskesmas Touluaan Dan Puskesmas Posumaen. Pharmacon, 10(4): 1100-1108. https://doi.org/10.62885/medisci.v1i4.197

Tjay, T. H. (2015). Obat-obat Penting Edisi ketujuh. Jakarta: Elex Media Komputindo

Ummah, S.K (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik pada Masyarakat Kota Malang. Skripsi. Malang: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. http://etheses.uin-malang.ac.id/71708/1/210703110004.pdf

Utami, L., Hidayat, T., & Ramadhani, S. (2023). Hubungan antara pengetahuan dan perilaku swamedikasi di Indonesia: Tinjauan sistematik. Jurnal Penelitian Kesehatan Masyarakat, 9(1), 45ΓÇô56.

Yuliani, R., Prasetyo, D., & Lestari, M. (2024). Korelasi antara pengetahuan dan perilaku swamedikasi analgesik OAINS pada masyarakat umum. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 12(1), 67ΓÇô79.

Diterbitkan

2026-02-23

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >> 

Artikel Serupa

<< < 3 4 5 6 7 8 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.