Kajian Elemen Rancang Kota Koridor Joglo Raya Jakarta Barat
Abstract
Penataan koridor utama perkotaan merupakan aspek krusial dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang berorientasi transit, berketahanan, dan berkelanjutan. Koridor Joglo Raya di Jakarta Barat memiliki peran strategis sebagai arteri sekunder yang menghubungkan Jakarta–Tangerang dan sebagai Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) skala kecamatan. Namun, koridor ini menghadapi beberapa permasalahan, seperti degradasi kualitas visual, ketidakseimbangan peruntukan lahan, penyempitan jalan (bottleneck), dan keterbatasan fasilitas pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan mengkaji delapan elemen rancang kota yang terdapat pada Koridor Joglo Raya dengan menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif spasial dalam wilayah kajian sepanjang 1,4 km. Data primer didapatkan melalui observasi lapangan, pemetaan spasial berbasis GIS, dokumentasi visual, serta identifikasi kondisi fisik koridor. Pengolahan data dilakukan melalui digitasi dan klasifikasi spasial, perhitungan luas serta proporsi penggunaan lahan, pemetaan distribusi elemen koridor, dan penyusunan matriks evaluasi kesenjangan (gap analysis) antara kondisi eksisting dan kriteria perancangan. Hasil kajian menunjukkan penggunaan lahan didominasi oleh permukiman (31%), area hijau (29%) dan perdagangan jasa (20%). Permasalahan utama ditemukan pada ketidakteraturan garis sempadan dan massa bangunan, titik penyempitan jalan dari 20 m menjadi 7 m, parkir yang mengokupasi ruang pejalan kaki, keterputusan jalur pedestrian, serta dominasi ruang hijau pasif. Hasil evaluasi mengarah pada strategi penataan berbasis Complete Street, konsolidasi ruang terbuka, pengendalian parkir, peningkatan konektivitas pedestrian, dan integrasi transportasi publik.





